Rabu, 12 September 2007

Buah Hatiku, Muhammad Fadel Nur

Muhammad Fadel Nur, lahir di Barua, Desa Bontomarannu Kecamatan Galesong Selatan, tapat tanggal 31 Juli 2006. Ia dilahirkan oleh seorang bidan kampung bernama dg Sanga, dato'nya sendiri. Semasa dalam kandungan, sang Ibu, Hijumrasutiani dg Simba menghadapi berbagai tantangan. Betapa tidak, mulai dari bulan pertama sampai menjelang lahir, ibunya masih sering mual. Bukan itu saja, ibunya pun malas makan. Untung saja, ia suka makan buah2an.
Ayahnya bernama M. Isnaeni dg Katti, sehari-harinya ia bekerja sebagai penulis buku. Berkat profesinya itu, keluarga bisa bertahan hidup sampai saat ini. Bahkan, membantu keluarga dan orang lain yang memerlukan pertolongan.
Fadel, sejak usia 20 hari, sudah merantau ke kampung orang, tepatnya di Gorontalo bersama Ibu dan Tettanya. Pada usia empat bulan, Fadel sempat kembali ke mampung halamannya, dan kemudian balik lagi ke Gorontalo. Tanggal 18 Maret 2007, Fadel dan keluarganya memilih untuk menetap di Makassar, tepatnya di jalan Mannuruki Raya No 32 Makassar.
Hobbinya sejak usia 2 bulan, ia suka membaca dan bermain yang unik. Memasuki usianya yang ke-3 bulan, ia senang dengan main mouse di komputer. "Senyumnya membuat kami orang orang tua sangat bahagia dan senang sekali", ujar mamanya.
ntar lanjut lagi yah, tetta udah mau pergi cari rejeki....he..he...

Profil: Menjadi Penulis adalah Pilihan Hidup


M. Isnaeni bekerja sebagai penulis buku. Lahir pada 12 Juni 1978 di sebuah dusun, bernama Su’rulangi, tepatnya di Desa Cakura (dulu Bulukunyi), Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, dari pasangan Abd. Latif Dg Tulle dengan Daerah Dg Kera. Ketika usianya masih kecil, ia ditinggalkan oleh sang ibu untuk selama-lamanya. Pada tanggal 09 Juli 2005, ia menikah dengan Hijumrasutiani, dan dikaruniai satu orang putra, M. Fadel Nur (1 thn).

Ia Menempuh pendidikan pada Sekolah Dasar Negeri Kato’nokang (1990), SMP Negeri 1 Galesong (1993), SMA Negeri 2 Takalar (1996). Kemudian merantau ke Manado untuk melanjutkan pendidikannya pada Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Manado dan lulusan dengan predikat Cum Laude (2001). Semasa kuliah, ia terpilih sebagai Juara I Mahasiswa Teladan Fakultas (2000), dan Juara I Mahasiswa Teladan Tingkat Universitas (2001).

Minatnya dalam tulis menulis bermula di bangku kuliah, ketika itu, ia mulai merintis beberapa media mahasiswa, sekaligus menjadi pemimpinnya. Diantaranya, Buletin Tafakkur, Tabloid Edukasi, Suara Mahasiswa. Selain mengasa kemampuan menulisnya, ia pun terlibat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan, diantaranya menjadi Pengurus Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unima (1999-2000), Ketua Umum Badan Tazkir Mahasiwa FIS Unima (1999-2000), Ketua Umum Lembaga Kajian dan Penerbitan Mahasiswa Unima (1999-2001). Selain di kampus, ia mengikuti pengkaderan pada organisasi ekstra kemahasiswaan, seperti pada Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM), IKAMI Sul-Sel, PMII dan HMI Cabang Manado.

Setelah menyelesaikan studinya, ia memilih dunia profesional-entrepreneur, dengan merintis dan mengelola penerbitan Media Pustaka Manado (2002-sekarang) sekaligus sebagai direkturnya. Selain di penerbitan, ia mendirikan Pusat Edukasi Lokal (PusKaL) Sulawesi Utara (2003). Pernah menjadi Koordinator Liputan Tabloid Ba’kawang yang diterbitkan USAID-CSSP Jakarta-Yayasan Serat (2003). Redaktur Pelaksana Jurnal Ilmiah Widya Darma (Kajian Ekonomi & Pembangunan) STIE Widya Darma (2002-2003), Redaktur Pelaksana Jurnal Ilmiah Sosiologi FISIP Unsrat (2006-sekarang).
Pada tahun 2006, ia mengembangkan usaha penerbitan yang dirintisnya, dengan mendirikan penerbit PT. Pustaka Indonesia Press (PIP) Jakarta dan di Makassar ia mendirikan Penerbit Media Pustaka Utama (Medika) Publishing. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang penerbitan, percetakan dan distributor.

Sampai saat ini, ia telah menyelesaikan beberapa buku, baik sebagai penulis, editor dan penyunting, di antaranya: Desentralisasi Pendidikan (2002), Otonomi Daerah, Kebijakan dan Pemberdayaan (2002), Kesultanan Ternate karya H.M. Jusuf Abdurrahaman (Editor, 2002), Otonomi Daerah (Gagasan & Pengalaman) (Editor, 2002), Mengubah Visi Menjadi Kenyataan, Refleksi Kepemimpinan Fadel Muhammad (2003), Gorontalo Sebuah Refleksi Kerakyatan (Editor, 2003), Molintak Kon Totabuan, Visi, Strategi dan Kebijakan Dalam Otonomi Pembangunan Bolaang Mongondow (2003), Manajemen Kolaborasi (Editor, 2004), Demokratisasi Pendidikan (Editor, 2004), Senandung Damai Anak Negeri (2004), Membangun Tomohon Dalam Perspektif Masa Depan (2004), Teori Sastra Indonesia, Masih Di Batas Perdebatan (Editor, 2004), Mencipta Gagasan, Mendorong Gerakan (2004), Tomohon Menuju Daerah Otonom (Editor, 2005), Melestarikan Alam Membangun Peradaban Sosok dan Kiprah Linneke Syennie Watoelangkow (2004) Manajemen Pemerintahan Daerah (2005), Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (2006), Biografi Abd. Djabbar Bahua (2006), Biografi Fadel Muhammad Dari Pengusaha ke Birokrat (2006), Mempraktekkan Entrepreneurial Government (Editor, 2006), UNG Menuju Universitas Bermutu (2006), Paradigma Pendidikan Dalam Pembangunan Daerah (Editor, 2006), Gorontalo, Kesaksian dan Harapan Masa Depan (Penyunting, 2006), Pembangunan Gorontalo Agenda, Tantangan dan Rekomendasi (Editor, 2007), Inovasi Pendidikan (Editor, 2007), Peta Mental Masyarakat Dalam Mengelola Lingkungan Hidup (Editor, 2007), Pembangunan Berbasis Kerakyatan, Visi, Misi, Kebijakan dan Agenda Strategi Kepemimpinan David-Sofyan (2007), Gorontalo: Kotaku, Kotamu, Kota Kita karya A.W. Talib (Editor, 2007), Pembangunan Minahasa Tenggara Menuju Daya Saing Daerah (Tim Editor, 2007). Teknologi Informasi Pendidikan Tinggi Masa Depan (Editor, 2007), Membangkitkan Peran Pemuda & Prestasi Olahraga Indonesia karya Adhyaksa Dault (Menpora RI), (Editor, 2007), Quantum Birokrasi, Paradigma Baru Pembangunan Pemerintahan (2007). Membangun Takalar Menuju Kesejahteraan karya Makmur A. Sadda (Editor, 2007).

Selain ia menekuni usaha penerbitan, ia pun aktif dalam kegiatan kajian dan penelitian. Saat ini, ia sebagai Direktur Institute of Regional Development Studies (IRDS) dan Sulsel Institute sebuah lembaga nirlaba yang fokus pada studi-studi pembangunan daerah, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan penguatan demokrasi lokal. Telah melakukan riset dan survey dalam bidang kebijakan publik, otonomi, pendidikan dan ekonomi lokal.(*)